<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Salsabilayugo</title>
	<atom:link href="http://salsabilayugo.co.cc/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://salsabilayugo.co.cc</link>
	<description>There is nothing to be worried when Allah besides us</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Mar 2010 01:17:00 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.3</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>MEMBACA AL-FATIHAH DI BELAKANG IMAM [SHALAT JAHRIYAH]</title>
		<link>http://salsabilayugo.co.cc/2010/03/membaca-al-fatihah-di-belakang-imam-shalat-jahriyah/</link>
		<comments>http://salsabilayugo.co.cc/2010/03/membaca-al-fatihah-di-belakang-imam-shalat-jahriyah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 23:16:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salsabilayugo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[alfatihah]]></category>
		<category><![CDATA[dibelakang imam]]></category>
		<category><![CDATA[imam]]></category>
		<category><![CDATA[sholat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salsabilayugo.co.cc/?p=597</guid>
		<description><![CDATA[Senin, 20 Maret 2006 10:33:36 WIB
dari : www.almanhaj.or.id
MEMBACA AL-FATIHAH DI BELAKANG IMAM [SHALAT JAHRIYAH]
Oleh
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani
Pertanyaan
Syaikh Muhammad  Nashidruddin Al-Albani ditanya : Anda menyebutkan dalam  kitab Shalat Nabi, dari hadits Abu Hurairah, tentang di nasahkkannya  (dihapuskannya) bacaan Al-Fatihah dibelakang Imam yang sedang shalat  jahar. Kemudian anda mengeluarkan hadits ini, dan anda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Senin, 20 Maret 2006 10:33:36 WIB<br />
dari : <a href="www.almanhaj.or.id">www.almanhaj.or.id</a><br />
MEMBACA AL-FATIHAH DI BELAKANG IMAM [SHALAT JAHRIYAH]</p>
<p>Oleh<br />
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani</p>
<p>Pertanyaan<br />
Syaikh Muhammad  Nashidruddin Al-Albani ditanya : Anda menyebutkan dalam  kitab Shalat Nabi, dari hadits Abu Hurairah, tentang di nasahkkannya  (dihapuskannya) bacaan Al-Fatihah dibelakang Imam yang sedang shalat  jahar. Kemudian anda mengeluarkan hadits ini, dan anda sebutkan bahwa  hadits tersebut mempunyai penguat dan hadits Umar. Akan tetapi dalam  kitab Al-I’tibar Fi An-Nasikh wa Al-Mansukh yang dikarang oleh  Al-Hazimii disebutkan bahwa hadits ini diriwayatkan oleh seorang yang  tidak dikenal (majhul), dimana tidak ada yang meriwayatkan dari si  majhul ini kecuali hadits tersebut, dan seandainya hadits ini tsabit,  yang berisi larangan untuk membaca Al-Fatihah di belakang imam yang  sedang membaca ayat, maka bagaimana pendapat anda tentang perkataan  Al-Hazimi ?</p>
<p>Jawaban<br />
Ini adalah perkara yang diperselisihkan  oleh para ulama dengan  perselisihan yang banyak. Dan perkataan Al-Hazimi ini mewakili para  ulama yang berpendapat wajibnya membaca Al-Ftihah di belakang imam yang  menjaharkan bacaannya.</p>
<p>Di dalam perkataannya ada dua sisi ; yang pertama, dari sisi hadits,  yang kedua dari sisi fiqih</p>
<p>Adapun dari sisi hadits, ialah tuduhan cacat terhadap ke shahihan hadits  tersebut dengan anggapan bahwa di dalam hadits tersebut terdapat  seorang yang majhul (tidak dikenal). Akan tetapi kemajhulan yang di  maksud ternyata adalah seorang perawi yang riwayatnya diterima oleh Imam  Az-Zuhri. Tentang perawi ini, memang terdapat banyak komentar mengenai  dirinya, akan tetapi mereka menganggap tsiqah (terpercaya), disebabkan  pentsiqohan Imam Az-Zuhri, bahkan beliau telah  meriwayatkan hadits  darinya.</p>
<p>Dan hadits ini ternyata mempunyai penguat-penguat lain yang mewajibkan  kita untuk menguatkan pendapat para ulama yang tidak membolehkan membaca  Al-Fatihah di belakang imam yang membaca dengan jahar.</p>
<p>Yang paling pokok dalam hal ini, adalah firman Allah Subhanahu wa  Ta’ala.</p>
<p>“Artinya : Dan jika dibacakan Al-Qur’an maka perhatikanlah, dan diamlah,  agar kalian mendapat rakhmat” [Al-A’raaf : 204]</p>
<p>Pendapat seperti ini merupakan pendapat Imam Ibnul Qayyim, Ibnu Taimiyah  dan lain-lain. Setelah mengkompromikan semua dalil yang ada akhirnya  mereka menyimpulkan bahwa makmum wajib diam ketika imam menjaharkan  bacaan, dan (makmum) wajib membaca ketika imam membaca perlahan.</p>
<p>Masalah sepelik ini tidak boleh disimpulkan hanya berdasarkan satu dua  hadits saja. Tapi harus dilihat dari semua hadits yang berkaitan dengan  masalah ini.</p>
<p>Maka seandainya kita berpendapat wajibnya membaca Al-Fatihah dii  belakang imam ketika jahar, ini jelas-jelas bertentangan dengan  berbagaii masalah dan dalil, dimana tidak mungkin bagi kita menentang  dalil-dalill tersebut.</p>
<p>Dalil yang pertama kali kita tentang adalah firman Allah Subhanahu wa  Ta’ala : “Dan jika dibacakan Al-Qur’an maka perhatikanlah dan diamlah”,  darii perkataan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.</p>
<p>“Artinya : Bahwasanya dijadikan imam itu untuk diikuti, jika ia  bertakbir, maka bertakbirlah, dan jika ia membaca, maka diamlah”</p>
<p>Termasuk juga satu pertanyaan bahwa jika seorang (makmum) mendapati imam  dalah keadaan rukuk, maka ia telah mendapat satu rakaat, padahal dia  ini belum membaca Al-Fatihah. Oleh karena itu hadits.</p>
<p>“Artinya : Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Al-Fatihah”</p>
<p>Dan hadits-hadits lain yang semakna adalah merupakan dalil khusus, bukan  dalil secara umum. Dan satu hadits (dalil) jika telah bersifat khusus,  maka keumumannya menjadi lemah, dan iapun siap dimasuki pengkhususan  yang lain, atau dimasuki oleh dalil yang lebih kuat tingkat keumumannya  dari hadits tadi.</p>
<p>Maka disini, hadits : “Tidak ada shalat bagi yang tidak membaca  Al-Fatihah”. Menurut kami menjadi hadits umum yang terkhususkan, dan  pada saat itu juga hadits-hadits lain yang mengandung arti umum tentang  wajibnya diam dibelakang imam dalam shalat jahar menjadi lebih kuat  (tingkat keumumannya) dari hadits di atas.</p>
<p>Adapun hadits Al-Alaa’.</p>
<p>“Artinya : Barangsiapa yang tidak membaca Al-Fatihah maka shalatnya  tidak sempurna”.</p>
<p>Maka hadits ini tidak marfu [1] kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa  sallam, akan tetapi ia merupakan pendapat Abu Hurairah, ketika ia  menjawab dengan jawaban.</p>
<p>”Artinya : Bacalah dalam hatimu”</p>
<p>Dan kalimat : “Bacalah dalam hatimu”, tidak bisa kita artikan membaca  sebagaimana lazimnya, yaitu membaca dengan memperdengarkan untuk  dirinya, dengan mengeluarkan huruf-huruf dari makhraj-makhraj  (tempat-tempaty) huruf.</p>
<p>Dan kalaupun kita dianggap bahwa maksudnya adalah membaca dalam hatii  sebagaimana bacaan imam dalam shalat sirriyah atau bacaan ketika shalat  sendiri. Maka pendapat seperti ini yang merupakan pendapat Abu Hurairah,  bertentangan dengan pendapat sebagian besar shahabat, dimana mereka  telah berselisih pendapat masalah ini.</p>
<p>Perselisihan ini bukan hanya terjadi setelah zaman para shahabat, tapii  perselisihan ini justru dimulai dari zaman mereka. Pendapat Abu Hurairah  inii harus dihadapkan dengan seluruh dalil yang terdapat dalam masalah  ini, tidak boleh hanya berdalil dengan pendapat beliau saja, karena  bertentangan dengan sebagian atsar para shahabat yang justru melarang  membaca Al-Fatihah di belakang imam yang shalat jahar.</p>
<p>Adapun hadits.</p>
<p>“Artinya : Janganlah kalian membaca di belakang imam kecuali dengan  Al-Fatihah”.</p>
<p>Kami berpendapat bahwa pengecualian ini ia merupakan suatu tahapan,  darii tahapan-tahapan syari’at.</p>
<p>Barangsiapa yang hanya berdalil dengan hadits ini, maka terdapat  perkara-perkara yang harus dia ketahui bagaimana ia bersikap terhadap  hadits-hadits tersebut. Diantaranya ialah perkataan Nabi Shallallahu  ‘alaihi wa sallam : “Janganlah kalian membaca”, adalah suatu larangan.  Dan perkataan beliau : “Melainkan Al-Fatihah” adalah pengecualian dari  larangan tersebut. Apakah ini secara bahasa pengecualian ini menjelaskan  adanya kewajiban yang dikecualikan (dalam hal membaca Al-Fatihah), atau  hanya sekedar bolehnya ? Masalah ini harus diteliti lebih dalam lagi.  Pendapat yang kuat, bahwa boleh membaca Al-Fatihah, bukan wajib.</p>
<p>Disamping itu kenyataan yang tidak bisa kita pungkiri adalah bahwa orang  yang mendapatkan ruku’nya imam berarti ia mendapatkan rakaat tersebut.</p>
<p>Bagaimanapun juga, dalam masalah ini kami mempunyai suatu pendapat, yang  memperkuat pendapat jumhur, dan pendapat ini sama dengan pendapat Imam  Malik dan Ahmad. Dan Ibnu Taimiyyah mengatakan bahwa pendapat ini adalah  pendapat yang paling adil. Dan dalam hal ini kami tidak ta’ashub  (fanatik).</p>
<p>[Disalin dari buku Majmu’ah Fatawa Al-Madina Al-Munawarah, Edisi  Indonesia Fatwa-Fatwa Albani, Penulis Muhammad Nashiruddin Al-Albani  Hafidzzhullah, Penerjemah Adni Kurniawan, Penerbit Pustaka At-Tauhid]<br />
__________<br />
Foote Note<br />
[1]. Hadist Marfu’ adalah hadits yang disandarkan kepada Nabi  Shallallahu ‘alaihi wa sallam,-pent</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salsabilayugo.co.cc/2010/03/membaca-al-fatihah-di-belakang-imam-shalat-jahriyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Mani, Wadi dan Madzi</title>
		<link>http://salsabilayugo.co.cc/2010/01/mengenal-mani-wadi-dan-madzi/</link>
		<comments>http://salsabilayugo.co.cc/2010/01/mengenal-mani-wadi-dan-madzi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 01:57:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salsabilayugo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[catatanku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salsabilayugo.co.cc/?p=578</guid>
		<description><![CDATA[Pembaca yang semoga dirahmati oleh Allah, mungkin sebagian di antara kita merasa asing dengan kata-kata yang terdapat pada judul di atas. Insya Allah kita semua telah paham mengenai mani. Namun, apa itu madzi ? dan apapula itu wadi ? Oleh karena itu, untuk lebih jelasnya mari kita simak bersama pembahasan mengenai ketiga hal ini beserta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pembaca yang semoga dirahmati oleh Allah, mungkin sebagian di antara kita merasa asing dengan kata-kata yang terdapat pada judul di atas. Insya Allah kita semua telah paham mengenai mani. Namun, apa itu madzi ? dan apapula itu wadi ? Oleh karena itu, untuk lebih jelasnya mari kita simak bersama pembahasan mengenai ketiga hal ini beserta hukumnya masing-masing</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mani</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Mani adalah cairan berwarna putih yang keluar memancar dari kemaluan, biasanya keluarnya cairan ini diiringi dengan rasa nikmat dan dibarengi dengan syahwat. Mani dapat keluar dalam keadaan sadar (seperti karena berhubungan suami-istri) ataupun dalam keadaan tidur (biasa dikenal dengan sebutan “mimpi basah”). Keluarnya mani menyebabkan seseorang harus mandi besar / mandi junub. Hukum air mani adalah suci dan tidak najis ( berdasarkan pendapat yang terkuat). Apabila pakaian seseorang terkena air mani, maka disunnahkan untuk mencuci pakaian tersebut jika air maninya masih dalam keadaan basah. Adapun apabila air mani telah mengering, maka cukup dengan mengeriknya saja. Hal ini berdasarkan perkataan Aisyah, beliau berkata <em>“Saya pernah mengerik mani yang sudah  kering yang menempel pada pakaian Rasulullah dengan kuku saya.”</em> (HR.  Muslim)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Wadi</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Wadi adalah air putih kental yang keluar dari kemaluan seseorang setelah kencing. Keluarnya air wadi dapat membatalkan wudhu. Wadi termasuk hal yang najis. Cara membersihkan wadi adalah dengan mencuci kemaluan, kemudian berwudhu jika hendak sholat. Apabila wadi terkena badan, maka cara membersihkannya adalah dengan dicuci.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Madzi</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Madzi adalah air yang keluar dari kemaluan, air ini bening dan lengket. Keluarnya air ini disebabkan syahwat yang muncul ketika seseorang memikirkan atau membayangkan jima’ (hubungan seksual) atau ketika pasangan suami istri bercumbu rayu (biasa diistilahkan dengan <em>foreplay</em>/pemanasan). Air madzi keluar dengan tidak memancar. Keluarnya air ini tidak menyebabkan seseorang menjadi lemas (tidak seperti keluarnya air mani, yang pada umumnya menyebabkan tubuh lemas) dan terkadang air ini keluar tanpa disadari (tidak terasa). Air madzi dapat terjadi pada laki-laki dan wanita, meskipun pada umumnya lebih banyak terjadi pada wanita. Sebagaimana air wadi, hukum air madzi adalah najis. Apabila air madzi terkena pada tubuh, maka wajib mencuci tubuh yang terkena air madzi, adapun apabila air ini terkena pakaian, maka cukup dengan memercikkan air ke bagian pakaian yang terkena air madzi tersebut, sebagaimana sabda Rasulullah terhadap seseorang yang pakaiannya terkena madzi,<em> “cukup bagimu dengan mengambil segenggam air, kemudian  engkau percikkan bagian pakaian yang terkena air madzi tersebut.”</em> (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah dengan sanad hasan). Keluarnya air madzi  membatalkan wudhu. Apabila air madzi keluar dari kemaluan seseorang, maka ia wajib mencuci kemaluannya dan berwudhu apabila hendak sholat. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah, <em>“Cucilah  kemaluannya, kemudian berwudhulah.”</em> (HR. Bukhari Muslim)</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian yang dapat kami sampaikan dalam pembahasan kali ini. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Terakhir, kami tutup dengan firman Allah yang artinya, <em>“Allah  tidaklah malu dalam menjelaskan hal yang benar.”</em> (QS. Al Ahzab: 53)</p>
<p style="text-align: justify;">***</p>
<p style="text-align: justify;">Penulis: Abu  ‘Uzair Boris Tanesia<br />
Artikel www.muslim.or.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salsabilayugo.co.cc/2010/01/mengenal-mani-wadi-dan-madzi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Definisi Cinta</title>
		<link>http://salsabilayugo.co.cc/2009/12/definisi-cinta/</link>
		<comments>http://salsabilayugo.co.cc/2009/12/definisi-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 23:59:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salsabilayugo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dealova Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[dari hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salsabilayugo.co.cc/?p=575</guid>
		<description><![CDATA[Cinta itu berlandaskan pada kekaguman, ketakjuban sehingga orang yang mencintai itu biasanya akan melakukan segala sesuatu bagi yang dicintainya&#8230;maka janganlah heran ketika orang berkata &#8220;cinta itu buta&#8221;. Dicintai adalah suatu efek, nilai tambah bagi orang-orang yang diberikan oleh Nya karena melakukan hal-hal indah, hal-hal mengagumkan dan hal-hal menakjubkan. Namun jangalah berharap untuk dicintai, kecuali oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Cinta itu berlandaskan pada kekaguman, ketakjuban sehingga orang yang mencintai itu biasanya akan melakukan segala sesuatu bagi yang dicintainya&#8230;maka janganlah heran ketika orang berkata &#8220;cinta itu buta&#8221;. Dicintai adalah suatu efek, nilai tambah bagi orang-orang yang diberikan oleh Nya karena melakukan hal-hal indah, hal-hal mengagumkan dan hal-hal menakjubkan. Namun jangalah berharap untuk dicintai, kecuali oleh Nya.</p>
<p>Sayang itu berlandaskan atas kasihan dan rasa ingin melindungi. Kasih itu adalah memberi dan tak harap untuk diberi. <img src='http://salsabilayugo.co.cc/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>cinta itu lahir dari hati, <span>&#8230; <span><a onclick="CSS.addClass($(&quot;text_expose_id_4b32ac6cbb95658b557a4&quot;), &quot;text_exposed&quot;);">See More</a></span></span><span></p>
<p>Hiasilah diri dengan hal-hal yang menakjubkan dan jangan pernah berharap untuk dicintai. Cintailah yang baik-baik. Niscaya Allah menunjukkan hati-hati yang penuh cinta untuk mencintai diri-diri yang menakjubkan. Bukan kita yang menguasai hati kita..ada pembatas antara manusia dengan hatinya. Allah lah pemilik hati, penggenggam hati, Yang membolak balikkan hati dan penglihatan. Berharap pada Nya dan cintailah Dia. Karena Dialah Yang Sesungguhnya melakukan hal-hal yang mengagumkan, hal-hal yang menakjubkan.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salsabilayugo.co.cc/2009/12/definisi-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hukum Bermakmum Dengan Imam yang Tidak Fasih</title>
		<link>http://salsabilayugo.co.cc/2009/12/hukum-bermakmum-dengan-imam-yang-tidak-fasih/</link>
		<comments>http://salsabilayugo.co.cc/2009/12/hukum-bermakmum-dengan-imam-yang-tidak-fasih/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 21:51:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salsabilayugo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[catatanku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salsabilayugo.co.cc/?p=572</guid>
		<description><![CDATA[sumber artikel: eramuslim.com
Assalamualaikum wr wb
Ustadz yang mudah2an di rahmati Allah SWT
Saya mengalami sedikit ganjalan ketika hendak melakukan sholat Shubuh dan Isya berjamaah, dikarenakan sering saya dapati sang Imam yang kurang fasih Al Fatihahnya, dalam hal makhrajnya, salah satu cnthnya mengqolqolahkan huruf gho dalam kata maghdhu. hal itu menyebabkan saya menjadi malas untuk berjamaah di masjid??
karena hal itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">sumber artikel: <a href="http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/imam-sholat-kurang-fasih.htm">eramuslim.com</a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Assalamualaikum wr wb</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ustadz yang mudah2an di rahmati Allah SWT</p>
<p style="text-align: justify;">Saya mengalami sedikit ganjalan ketika hendak melakukan sholat Shubuh dan Isya berjamaah, dikarenakan sering saya dapati sang Imam yang kurang fasih Al Fatihahnya, dalam hal makhrajnya, salah satu cnthnya mengqolqolahkan huruf gho dalam kata maghdhu. hal itu menyebabkan saya menjadi malas untuk berjamaah di masjid??</p>
<p style="text-align: justify;">karena hal itu saya selalu mufaroqoh dalam sholat dikarenakan ketidak yakinan saya,.</p>
<p style="text-align: justify;">apakah yang saya harus saya lakukan,apakah selalu mufaroqoh?sedangkan sholat Shubuh dan Isya mempunyai fadhilah yang besar jika berjamaah? sedangkan jika saya mencari masjid lain,maka masjid yang biasa saya sholat, akan menjadi sepi, dikarenakan yang sholat disana memang sedikit..?? dan sebenarnya seberapa toleransikah ketika kita mendengar Imam kurang fasih khususnya dalam Al Fatihahnya??</p>
<p style="text-align: justify;">Syukron Ustadz</p>
<p style="text-align: justify;">wassalamualaikum</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> &#8216;Abdullah </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Waalaikumusalam Wr Wb</p>
<p style="text-align: justify;">Saudara ‘Abdullah yang dimuliakan Allah swt</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bermakmum Dengan Imam Yang Tidak Baik Bacaannya</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Diantara persyaratan seorang bisa menjadi imam dalam shalat adalah memiliki kemampuan untuk membaca Al Qur’an dengan benar dan memiliki sejumlah hafalan tertentu menjadi sebab sahnya shalat.</p>
<p style="text-align: justify;">Persyaratan itu bisa dianggap jika orang-orang yang bermakmum kepadanya adalah orang-orang yang memiliki kemampuan dalam membaca Al Qur’an.</p>
<p style="text-align: justify;">idaklah sah imamnya seorang yang ummi (tidak bisa baca Al Qur’an) terhadap orang yang bisa membacanya, tidaklah sah imamnya seorang yang bisu terhadap orang yang bisa membaca Al Qur’an atau terhadap orang yang ummi karena membaca adalah salah satu rukun didalam shalat. Tidaklah sah makmumnya seorang yang pandai membaca Al Qur’an dibelakang orang yang tidak pandai membacanya karena imam adalah penjamin dan yang bertanggungjawab terhadap bacaan makmumnya dan ini tidaklah mungkin terdapat didalam diri orang yang ummi.</p>
<p style="text-align: justify;">Adapun imamnya seorang yang ummi untuk orang yang ummi juga atau bisu maka diperbolehkan, ini merupakan kesepakatan para fuqaha. Kemudian imamnya seorang yang selalu mengulang huruf fa’ atau ta’ atau yang melantunkan dengan suatu lantunan yang tidak merubah arti maka ia makruh menurut para ulama madzhab Syafi’i dan Hambali. Sedangkan menurut para ulama Hanafi bahwa seorang yang selalu mengulang huruf fa’ atau ta’ atau yang mengucapkan huruf siin menjadi tsa atau ro’ menjadi ghoin atau sejenisnya maka ia dilarang untuk menjadi imam. Menurut para ulama Maliki keimaman mereka dibolehkan. (al Mausu’ah al Fiqhiyah juz II hal 2149)</p>
<p style="text-align: justify;">Jumhur ulama (para ulama Hanafi, Maliki dan Hambali) menagatakan bahwa janganlah seorang makmum lebih kuat (mampu) keadaannya dalam membaca Al Qur’an daripada imamnya. Tidak diperbolehkan seorang pandai membaca Al Qur’an bermakmum dengan seorang yang ummi tidak dalam shalat wajib maupun sunnah. Tidak diperbolehkan seorang yang sudah baligh bermakmum dengan anak kecil, tidak diperbolehkan seorang yang mampu melakukan ruku’ dan sujud bermakmum dengan orang yang tidak mampu melakukan keduanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian pula tidak sah makmumnya seorang yang sehat dibelakang orang yang sakit seperti penderita enuresis. Tidak sah makmumnya seorang yang menutup aurat dibelakang orang yang tampak auratnya sebagaimana pendapat para ulama Hanafi dan Hambali sementara hal itu dimakruhkan oleh Maliki,</p>
<p style="text-align: justify;">Para ulama Hanafi menyebutkan sebuah kaidah dalam permasalahan ini,”Pada dasarnya keadaan imam walaupun seperti keadaan makmumnya atau lebih diatasnya maka shalat mereka semua dibolehkan. Akan tetapi jika imamnya dibawah kualitas makmum maka shalatnya imam sah dan shalat makmumnya tidaklah sah. Dan jika imamnya ummi sementara makmumnya seorang yang pandai membaca Al Qur’an atau imamnya bisu maka shalat imamnya juga tidak sah.</p>
<p style="text-align: justify;">Para ulama Hanafi telah memperluas penerapan prinsip ini pada banyak permasalahan. Kadah ini diikuti oleh para ulama Maliki dan Hambali sementara para ulama Syafi’i menentang mereka dibanyak permasalahan. (al Mausu’ah al Fiqhiyah juz II hal II 1899)</p>
<p style="text-align: justify;">Ibnu Qudamah mengatakan bahwa barangsiapa yang meninggalkan satu huruf dari huruf-huruf dalam surat al Fathihah dikarenakan kelemahan membacanya atau merubahnya dengan huruf yang lain, seperti orang yang al altsagh (merubah huruf ro’ menjadi ghoin), al arotti (orang yang mengidghomkan satu huruf ke huruf lainnya) atau melagukan dengan dengan lagu yang merubah makna seperti orang yang mengkasrohkan huruf kaf pada iyyaka atau orang yang mendhommahkan huruf ta’ pada an’amta dan tidak mampu memperbaikinya maka orang itu adalah seperti seorang yang ummi dan tidak diperbolehkan bagi seorang yang pandai membaca al Qur’an bermakmum kepadanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan diperbolehkan bagi setiap mereka menjadi imam bagi orang yang memiliki bacaan seperti dirinya karena keduanya adalah orang yang ummi, diperbolehkan bagi salah seorang dari mereka berdua menjadi imam bagi seorang lainnya seperti dua orang yang tidak bisa memperbaiki bacaannya sedikit pun.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan apabila seorang yang mampu memperbaiki bacaannya namun ia tidak melakukannya maka shalatnya tidak sah begitu juga dengan shalat orang yang bermakmum dengannya. (al Mughni juz II hal 411)</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan demikian tidak seharusnya seorang imam memiliki kualitas bacaan yang buruk atau tidak benar didalam pengucapan huruf-huruf al Qur’an baik ketika membaca Al Fatihah yang merupakan salah satu rukun shalat atau surat-surat lainnya sementara dibelakangnya terdapat orang yang pandai membaca Al Qur’an.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal itu dikarenakan akan mempengaruhi kesahan shalat dirinya atau shalat makmum yang lebih pandai darinya sebagaimana penjelasan diatas.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mufaraqah Dari Imam Sholat Yang Buruk Bacaannya</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tentang niat mufaroqoh (memisahkan diri) seorang makmum dari imam lalu dia menyelesaikan shalatnya sendirian baik karena adanya uzur atau tidak maka ini boleh meskipun makruh menurut para ulama Syafi’i karena ia memisahkan diri dari berjama’ah yang merupakan kewajiban atau sunnah yang muakkad.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan menurut para ulama Hambali bahwa mufaroqoh dibolehkan jika terdapat uzur. Sedangkan jika tidak terdapat uzur didalamnya maka dalam hal ini terdapat dua riwayat, pertama : shalat orang yang mufaraqoh itu tidak sah, pendapat inilah yang benar. Kedua : shalatnya sah.</p>
<p style="text-align: justify;">Para ulama Syafi’i mengecualikan pada shalat jum’at…</p>
<p style="text-align: justify;">Diantara perkara-perkara yang dikatakan uzur seperti : panjanganya bacaan imam, meninggalkan salah satu sunnah shalat seperti tasyahhud awal, qunut—maka dirinya boleh mufaroqoh dengan mengerjakan sunnah itu—atau sakit, khawatir dirinya diserang rasa ngantuk, terdapat sesuatu yang merusak shalatnya, takut hartanya hilang atau rusak, ketinggalan rombongan, atau terdapat orang yang meninggalkan shaff lalu tidak ada orang menggantikannya untuk berdiri disampingnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalil mereka adalah apa yang disebutkan didalam ash shahihain,”Bahwa Muadz melaksanakan shalat isya bersama para sahabatnya dan ia memanjangkan (bacaannya) lalu terdapat seorang laki-laki yang keluar (dari shaff) dan mengerjakan shalat. Kemudian Muadz mendatangi Nabi saw dan menceritakannya dan Rasulullah saw pun marah dan mengingkari apa yang dilakukan Muadz dan beliau saw tidak mengingkari apa yang dilakukan lelaki itu serta beliau saw tidak memerintahkannya untuk mengulang shalatnya.”</p>
<p style="text-align: justify;">Para ulama Hanafi mengatakan bahwa boleh seorang makmum melakukan salam sebelum imam meski hal itu makruh, akan tetapi mereka tidak mempebolehkan melakukan mufaroqoh. Sedang para ulama Maliki mengatakan barangsiapa yang bermakmum dengan seorang imam maka tidak boleh baginya melakukan mufaroqoh. (al Fiqhul Islami wa Adillatuhu juz II 1227)</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi mufaroqoh yang anda lakukan ketika terdapat uzur termasuk bacaan imam yang tidak baik dalam al Fatihah diperbolehkan menurut madzhab Syafi’i dan Hambali. Meskipun hal itu diperbolehkan akan tetapi apabila dilakukan terus menerus tentunya akan menjadi perhatian para makmum lain yang ada di sekitar anda bisa jadi diantara mereka terdapat orang-orang awam yang tidak memahami hukum-hukum yang berkaitan dengan shalat secara baik sehingga dikhawatirkan memunculkan fitnah karena ketidaktahuan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk itu ada baiknya anda mengingatkan permasalahan ini kepada imam tersebut dengan cara yang penuh hikmah dan bijaksana serta sebisa mungkin dilakukan secara sembunyi antara anda dan dirinya saja dan meminta agar yang bersangkutan memperbaiki bacaannya atau jika tidak bisa agar menyerahkan keimamannya kepada orang yang lebih baik bacaannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika nasehat atau peringatan yang anda sampaikan kepadanya tidaklah diterima atau dijalaninya sehingga orang itu tetap saja bersikukuh untuk menjadi imam shalat-shalat fardhu di masjid anda sementara kualitas bacaannya masih tidak baik (buruk) maka hendaklah anda mencari masjid lain sekitar rumah anda yang bacaan imamnya baik meski hal itu menjadikan berkurangnya jumlah makmum di masjid tempat anda. Dikarenakan sahnya shalat seseorang didalam shalat berjama’ah dipengaruhi juga oleh kualitas bacaan imam. Oleh karena itu setiap orang bertanggung jawab untuk menentukan siapa imam shalatnya sehingga shalatnya menjadi sah.</p>
<p style="text-align: justify;">Akan tetapi apabila di sekitar rumah anda tidak ada masjid selainnya atau ada namun jaraknya cukup jauh untuk ditempuh maka diperbolehkan bagi anda untuk tetap bermakmum kepada imam di masjid anda yang buruk bacaannya itu dikarenakan keterpaksaan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Wallahu A’lam</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><br />
</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salsabilayugo.co.cc/2009/12/hukum-bermakmum-dengan-imam-yang-tidak-fasih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanda Bekas Sujud&#8230;anda perlu ketahui</title>
		<link>http://salsabilayugo.co.cc/2009/12/tanda-bekas-sujud-anda-perlu-ketahui/</link>
		<comments>http://salsabilayugo.co.cc/2009/12/tanda-bekas-sujud-anda-perlu-ketahui/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 09:10:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salsabilayugo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salsabilayugo.co.cc/?p=569</guid>
		<description><![CDATA[Tanya:
“Bagaimana cara menyamarkan/menghilangkan noda hitam di kening/di jidat karena sewaktu sujud dalam shalat terlalu menghujam sehingga ada bekas warna hitam?”
0281764xxxx
Jawab:
مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ
Yang artinya, “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanya:<br />
“Bagaimana cara menyamarkan/menghilangkan noda hitam di kening/di jidat karena sewaktu sujud dalam shalat terlalu menghujam sehingga ada bekas warna hitam?”<br />
0281764xxxx</p>
<p>Jawab:</p>
<p style="text-align: center;">مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ</p>
<p>Yang artinya, “<em>Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu Lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, <strong>tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud</strong></em>” (QS al Fath:29).</p>
<p>Banyak orang yang salah paham dengan maksud ayat ini. Ada yang mengira bahwa dahi yang hitam karena sujud itulah yang dimaksudkan dengan ‘<em>tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud</em>’. Padahal bukan demikian yang dimaksudkan.<br />
Diriwayatkan oleh Thabari  dengan sanad yang hasan dari Ibnu Abbas bahwa yang dimaksudkan dengan ‘tanda mereka…” adalah <strong>perilaku yang baik</strong>.<br />
Diriwayatkan oleh Thabari dengan sanad yang kuat dari Mujahid bahwa yang dimaksudkan adalah <strong>kekhusyuan</strong>.<br />
Juga diriwayatkan oleh Thabari dengan sanad yang hasan dari Qatadah, beliau berkata, “Ciri mereka adalah <strong>shalat</strong>” (Tafsir Mukhtashar Shahih hal 546).</p>
<p style="text-align: center;">عَنْ سَالِمٍ أَبِى النَّضْرِ قَالَ : جَاءَ رَجُلٌ إِلَى ابْنِ عُمَرَ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ قَالَ : مَنْ أَنْتَ؟ قَالَ : أَنَا حَاضِنُكَ فُلاَنٌ. وَرَأَى بَيْنَ عَيْنَيْهِ سَجْدَةً سَوْدَاءَ فَقَالَ : مَا هَذَا الأَثَرُ بَيْنَ عَيْنَيْكَ؟ فَقَدْ صَحِبْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُمْ فَهَلْ تَرَى هَا هُنَا مِنْ شَىْءٍ؟</p>
<p>Dari Salim Abu Nadhr, ada seorang yang datang menemui Ibnu Umar. Setelah orang tersebut mengucapkan salam, Ibnu Umar bertanya kepadanya, “Siapakah anda?”. “Aku adalah anak asuhmu”, jawab orang tersebut.<br />
Ibnu Umar melihat ada bekas sujud yang berwarna hitam di antara kedua matanya. Beliau berkata kepadanya, “<strong>Bekas apa yang ada di antara kedua matamu? Sungguh aku telah lama bershahabat dengan Rasulullah, Abu Bakr, Umar dan Utsman. Apakah kau lihat ada bekas tersebut pada dahiku?</strong>” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3698)</p>
<p style="text-align: center;">عَنِ ابْنِ عُمَرَ : أَنَّهُ رَأَى أَثَرًا فَقَالَ : يَا عَبْدَ اللَّهِ إِنَّ صُورَةَ الرَّجُلِ وَجْهُهُ ، فَلاَ تَشِنْ صُورَتَكَ.</p>
<p>Dari Ibnu Umar, beliau melihat ada seorang yang pada dahinya terdapat bekas sujud. Ibnu Umar berkata, “Wahai hamba Allah, sesungguhnya penampilan seseorang itu terletak pada wajahnya. <strong>Janganlah kau jelekkan penampilanmu</strong>!” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3699).</p>
<p style="text-align: center;">عَنْ أَبِى عَوْنٍ قَالَ : رَأَى أَبُو الدَّرْدَاءِ امْرَأَةً بِوَجْهِهَا أَثَرٌ مِثْلُ ثَفِنَةِ الْعَنْزِ ، فَقَالَ : لَوْ لَمْ يَكُنْ هَذَا بِوَجْهِكِ كَانَ خَيْرًا لَكِ.</p>
<p>Dari Abi Aun, Abu Darda’ melihat seorang perempuan yang pada wajahnya terdapat ‘kapal’ semisal ‘kapal’ yang ada pada seekor kambing. Beliau lantas berkata, ‘<strong>Seandainya bekas itu tidak ada pada dirimu tentu lebih baik</strong>” (Riwayat Bahaqi dalam Sunan Kubro no 3700).</p>
<p style="text-align: center;">عَنْ حُمَيْدٍ هُوَ ابْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ : كُنَّا عِنْدَ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ إِذْ جَاءَهُ الزُّبَيْرُ بْنُ سُهَيْلِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ فَقَالَ : قَدْ أَفْسَدَ وَجْهَهُ ، وَاللَّهِ مَا هِىَ سِيمَاءُ ، وَاللَّهِ لَقَدْ صَلَّيْتُ عَلَى وَجْهِى مُذْ كَذَا وَكَذَا ، مَا أَثَّرَ السُّجُودُ فِى وَجْهِى شَيْئًا.</p>
<p>Dari Humaid bin Abdirrahman, aku berada di dekat as Saib bin Yazid ketika seorang yang bernama az Zubair bin Suhail bin Abdirrahman bin Auf datang. Melihat kedatangannya, as Saib berkata, “Sungguh dia telah merusak wajahnya. <strong>Demi Allah bekas di dahi itu bukanlah bekas sujud</strong>. Demi Allah aku telah shalat dengan menggunakan wajahku ini selama sekian waktu lamanya namun sujud tidaklah memberi bekas sedikitpun pada wajahku” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3701).</p>
<p style="text-align: center;">عَنْ مَنْصُورٍ قَالَ قُلْتُ لِمُجَاهِدٍ (سِيمَاهُمْ فِى وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ) أَهُوَ أَثَرُ السُّجُودِ فِى وَجْهِ الإِنْسَانِ؟ فَقَالَ : لاَ إِنَّ أَحَدَهُمْ يَكُونُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ مِثْلُ رُكْبَةِ الْعَنْزِ وَهُوَ كَمَا شَاءَ اللَّهُ يَعْنِى مِنَ الشَّرِّ وَلَكِنَّهُ الْخُشُوعُ.</p>
<p>Dari Manshur, Aku bertanya kepada Mujahid tentang maksud dari firman Allah, ‘tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud’ apakah yang dimaksudkan adalah bekas di wajah?<br />
Jawaban beliau, “Bukan, bahkan ada orang yang ‘kapal’ yang ada di antara kedua matanya itu bagaikan ‘kapal’ yang ada pada lutut onta namun dia adalah orang bejat. Tanda yang dimaksudkan adalah <strong>kekhusyu’an</strong>” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3702).<br />
Bahkan Ahmad ash Showi mengatakan, “Bukanlah yang dimaksudkan oleh ayat adalah sebagaimana<strong> perbuatan orang-orang bodoh dan tukang riya’ </strong>yaitu tanda hitam yang ada di dahi karena hal itu adalah <strong>ciri khas khawarij </strong>(baca: ahli bid’ah)” (Hasyiah ash Shawi 4/134, Dar al Fikr).<br />
Dari al Azroq bin Qois, Syarik bin Syihab berkata, “Aku berharap bisa bertemu dengan salah seorang shahabat Muhammad yang bisa menceritakan hadits tentang Khawarij kepadaku. Suatu hari aku berjumpa dengan Abu Barzah yang berada bersama satu rombongan para shahabat. Aku berkata kepadanya, “Ceritakanlah kepadaku hadits yang kau dengar dari Rasulullah tentang Khawarij!”.<br />
Beliau berkata, “Akan kuceritakan kepada kalian suatu hadits yang didengar sendiri oleh kedua telingaku dan dilihat oleh kedua mataku. Sejumlah uang dinar diserahkan kepada Rasulullah lalu beliau membaginya. Ada seorang yang plontos kepalanya dan <strong>ada hitam-hitam bekas sujud di antara kedua matanya</strong>. Dia mengenakan dua lembar kain berwarna putih. Dia mendatangi Nabi dari arah sebelah kanan dengan harapan agar Nabi memberikan dinar kepadanya namun beliau tidak memberinya.<br />
Dia lantas berkata, “Hai Muhammad hari ini engkau tidak membagi dengan adil”.<br />
Mendengar ucapannya, Nabi marah besar. Beliau bersabda, “Demi Allah, setelah aku meninggal dunia kalian tidak akan menemukan orang yang lebih adil dibandingkan diriku”. Demikian beliau ulangi sebanyak tiga kali. Kemudian beliau bersabda,</p>
<p style="text-align: center;">يَخْرُجُ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ رِجَالٌ كَانَ هَذَا مِنْهُمْ هَدْيُهُمْ هَكَذَا يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنَ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ ثُمَّ لاَ يَرْجِعُونَ فِيهِ سِيمَاهُمُ التَّحْلِيقُ لاَ يَزَالُونَ يَخْرُجُونَ</p>
<p>“Akan keluar dari arah timur orang-orang yang seperti itu penampilan mereka. Dia adalah bagian dari mereka. Mereka membaca al Qur’an namun alQur’an tidaklah melewati tenggorokan mereka. Mereka melesat dari agama sebagaimana anak panah melesat dari binatang sasarannya setelah menembusnya kemudia mereka tidak akan kembali kepada agama. Cirri khas mereka adalah plontos kepala. Mereka akan selalul muncul” (HR Ahmad no 19798, dinilai shahih li gharihi oleh Syeikh Syu’aib al Arnauth).<br />
Oleh karena itu, ketika kita sujud hendaknya proporsonal jangan terlalu berlebih-lebihan sehingga hampir seperti orang yang telungkup. Tindakan inilah yang sering menjadi sebab timbulnya bekas hitam di dahi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salsabilayugo.co.cc/2009/12/tanda-bekas-sujud-anda-perlu-ketahui/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BERDOA DENGAN MENGANGKAT TANGAN</title>
		<link>http://salsabilayugo.co.cc/2009/12/berdoa-dengan-mengangkat-tangan/</link>
		<comments>http://salsabilayugo.co.cc/2009/12/berdoa-dengan-mengangkat-tangan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 09:03:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salsabilayugo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[berdoa]]></category>
		<category><![CDATA[mengangkat tangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salsabilayugo.co.cc/?p=566</guid>
		<description><![CDATA[Selasa, 27 Januari 2004 11:24:09 WIB
BERDOA DENGAN MENGANGKAT TANGAN
Oleh
Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih
(dari www.almanhaj.or.id)
Mengangkat tangan dalam berdoa merupakan etika yang paling agung dan memiliki keutamaan mulia serta penyebab terkabulnya doa.
Dari Salman Al-Farisi Radhiyallahu &#8216;anhu bahwa Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda.
&#8220;Artinya : Sesungguhnya Rabb kalian Maha Hidup lagi Maha Mulia, Dia malu dari hamba-Nya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selasa, 27 Januari 2004 11:24:09 WIB</p>
<p>BERDOA DENGAN MENGANGKAT TANGAN</p>
<p>Oleh<br />
Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih</p>
<p>(dari <a href="http://almanhaj.or.id">www.almanhaj.or.id</a>)</p>
<p><a href="http://salsabilayugo.co.cc/berdoa-dengan-mengangkat">Mengangkat tangan dalam berdoa</a> merupakan etika yang paling agung dan memiliki keutamaan mulia serta penyebab terkabulnya doa.</p>
<p>Dari Salman Al-Farisi Radhiyallahu &#8216;anhu bahwa Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda.</p>
<p>&#8220;Artinya : Sesungguhnya Rabb kalian Maha Hidup lagi Maha Mulia, Dia malu dari hamba-Nya yang mengangkat kedua tangannya (meminta-Nya) dikembalikan dalam keadaan kosong tidak mendapat apa-apa&#8221;. [Sunan Abu Daud, kitab Shalat bab Doa 2/78 No.1488, Sunan At-Tirmidzi, bab Doa 13/68. Musnad Ahmad 5/438. Dishahihkan Al-Albani, Shahih Sunan Abu Daud].</p>
<p>Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa lafazh hayyun berasal dari lafazh haya&#8217; yang bermakna malu. Allah memiliki sifat malu yang sesuai dengan keagungan dzat-Nya kita beriman tanpa menggambarkan sifat tersebut. Lafazh kariim yang berarti Maha Memberi tanpa diminta dan dihitung atau Maha Pemurah lagi Maha Memberi yang tidak pernah habis pemberian-Nya, Dia dzat yang Maha Pemurah secara mutlaq. Lafazh an yarudahuma shifron artinya kosong tanpa ada sesuatu. [Mur'atul Mafatih 7/363]</p>
<p>Dari Anas Radhiyalahu &#8216;anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam tidak berdoa dengan mengangkat tangan kecuali dalam shalat Istisqa. [Shahih Al-Bukhari, bab Istisqa' 2/12. Shahih Muslim, kitab Istisqa' 3/24].</p>
<p>Imam Hafizh Ibnu Hajar berkata bahwa hadits tersebut tidak menafikan berdoa dengan mengangkat tangan akan tetapi menafikan sifat dan cara tertentu dalam mengangkat tangan pada saat berdoa, artinya mengangkat tangan dalam doa istisqa&#8217; memiliki cara tersendiri mungkin dengan cara mengangkat tangan tinggi-tinggi tidak seperti pada saat doa-doa yang lain yang hanya mengangkat kedua tangan sejajar dengan wajah saja.</p>
<p>Berdoa dengan mengangkat tangan hingga sejajar dengan kedua pundak tidaklah bertentangan dengan hadits di atas sebab beliau pernah berdoa mengangkat tangan hingga kelihatan putih ketiaknya, maka boleh mengangkat tangan dalam berdoa hingga kelihatan ketiaknya, akan tetapi di dalam shalat istisqa dianjurkan lebih dari itu atau mungkin pada shalat istisqa kedua telapak tangan diarahkan ke bumi dan dalam doa selainnya kedua telapak tangan diarahkan ke atas langit.</p>
<p>Imam Al-Mundziri mengatakan bahwa jika seandainya tidak mungkin menyatukan hadits-hadits diatas, maka pendapat yang menyatakan berdoa dengan mengangkat tangan lebih mendekati kebenaran sebab banyak sekali hadits-hadits yang menetapkan mengangkat tangan dalam berdoa, seperti yang telah disebut Imam Al-Mundziri dan Imam An-Nawawi dalam Syarah Muhadzdzab dan Imam Al-Bukhari dalam kitab Adabul Mufrad. Adapun hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dari &#8216;Amarah bin Ruwaibah bahwa dia melihat Bisyr bin Marwan mengangkat tangan dalam berdoa, lalu mengingkarinya kemudian berkata : &#8220;Saya melihat Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam tidak lebih dari ini sambil mengisyaratkan jari telunjuknya. Imam At-Thabari meriwayatkan dari sebagian salaf bahwa disunnahkan berdoa dengan mengisyaratkan jari telunjuk. Akan tetapi hadits di atas terjadi pada saat khutbah Jum&#8217;at dan bukan berarti hadits tersebut menafikan hadits-hadits yang menganjurkan mengangkat tangan dalam berdoa. [Fathul Bari 11/146-147].</p>
<p>Akan tetapi dalam masalah ini terjadi kekeliruan, sebagian orang ada yang berlebihan dan tidak pernah sama sekali mau meninggalkan mengangkat tangan, dan sebagian yang lainnya tidak pernah sama sekali mengangkat tangan kecuali waktu-waktu khusus saja, serta sebagian yang lain di antara keduanya, artinya mengangkat tangan pada waktu berdoa yang memang dianjurkan dan tidak mengangkat tangan pada waktu berdoa yang tidak ada anjurannya. Imam Al-&#8217;Izz bin Abdussalam berkata bahwa tidak dianjurkan mengangkat tangan pada waktu membaca doa iftitah atau doa diantara dua sujud. Tidak ada satu haditspun yang shahih yang membenarkan pendapat tersebut.</p>
<p>Begitupula tidak disunahkan mengangkat tangan tatkala membaca doa tasyahud dan tidak dianjurkan berdoa mengangkat tangan kecuali waktu-waktu yang dianjurkan oleh Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam untuk mengangkat tangan. [Fatawa Al-Izz bin Abdussalam hal. 47].</p>
<p>Syaikh Bin Baz berkata bahwa dianjurkan berdoa mengangkat tangan karena demikian itu menjadi penyebab terkabulnya doa, berdasarkan hadits Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam.</p>
<p>&#8220;Artinya : Sesungguhnya Tuhan kalian Maha Hidup lagi Maha Mulia, Dia malu kepada hamba-Nya yang mengankat kedua tangannya (meminta-Nya), Dia kembalikan dalam keadaan kosong tidak mendapat apa-apa&#8221;. [Hadits Riwayat Abu Dawud].</p>
<p>Dan sanda Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam.</p>
<p>&#8220;Artinya : Sesungguhnya Allah Maha Baik tidak menerima kecuali yang baik dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada orang-orang beriman seperti memerintahkan kepada para rasul&#8221;.</p>
<p>Allah berfirman.</p>
<p>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rizki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah&#8221;. [Al-Baqarah : 172].</p>
<p>Dan firman Allah : &#8220;Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan&#8221;. [Al-Mukminuun : 51]</p>
<p>Kemudian beliau menyebutkan seseorang yang lusuh mengangkat kedua tangannya ke arah langit berdoa : &#8216;Ya Rabi, ya Rabbi tetapi makanannya haram, minumannya haram dan pakaiannya haram serta darah dagingnya tumbuh dari yang haram, bagaimana doanya bisa dikabulkan .?&#8221; [Shahih Muslim, kitab Zakat 3/85-86]</p>
<p>Tidak dianjurkan berdoa mengangkat tangan bila Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam tidak mengangkat kedua tangannya pada waktu berdoa seperti berdoa pada waktu sehabis salam dari shalat, membaca doa di antara dua sujud dan membaca doa sebelum salam dari shalat serta pada waktu berdoa dalam khutbah Jum&#8217;at dan Idul fitri, tidak pernah ada hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam mengangkat tangan pada waktu waktu tersebut.</p>
<p>Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam adalah panutan kita dalam segala hal, apa yang ditinggalkan dan apa yang dilaksanakan semuanya suatu yang terbaik buat umatnya, akan tetapi jika dalam khutbah Jum&#8217;at khatib membaca doa istisqa&#8217;, maka dianjurkan mengangkat tangan dalam berdoa sebagaimana yang telah dilakukan oleh Rasulullah Shallallah &#8216;alaihi wa sallam. [Shahih Al-Bukhari, bab Istisqa', bab Jamaah Mengangkat Tangan Bersama Imam 2/21].</p>
<p>Dianjurkan mengangkat tangan dalam berdoa setelah shalat sunnah tetapi lebih baik jangan rutin melakukannya karena Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam tidak rutin melakukan perbuatan tersebut dan seandainya demikian, maka pasti kita menemukan riwayat dari beliau Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam terlebih para sahabat selalu menyampaikan segala tindakan dan ucapan beliau baik dalam keadaan mukim atau safar.</p>
<p>Adapun hadits yang berbunyi :</p>
<p>&#8220;Artinya : Shalat adalah ibadah yang membutuhkan khusyu&#8217; dan berserah diri, maka angkatlah kedua tanganmu dan ucapkanlah : Ya Rabbi, ya Rabbi&#8221;. [Hadits Dhaif, Fatawa Muhimmmah hal. 47-49].</p>
<p>Dan tidak dianjurkan mengangkat tangan dalam membaca doa thawaf sebab Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam berkali-kali melakukan thawaf tidak ada satu riwayatpun yang menjelaskan bahwa beliau berdoa mengangkat tangan pada saat thawaf.</p>
<p>Sesuatu yang terbaik adalah mengikuti ajaran Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam dan sesuatu yang terburuk adalah mengikuti perbuatan bid&#8217;ah.</p>
<p>Cara Mengangkat Tangan Dalam Berdoa.</p>
<p>Ibnu Abbas berpendapat bahwa cara mengangkat tangan dalam berdoa adalah kedua tangan diangkat hingga sejajar dengan kedua pundak, dan beristighfar berisyarat dengan satu jari, adapun ibtihal (istighasah) dengan mengangkat kedua tangan tinggi-tinggi. [Sunan Abu Daud, bab Witir, bab Doa 2/79 No. 14950. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Daud].</p>
<p>Imam Al-Qasim bin Muhammad berkata bahwa saya melihat Ibnu Umar berdoa di Al-Qashi dengan mengangkat tangannya hingga sejajar dengan kedua pundaknya dan kedua telapak tangannya dihadapkan ke arah wajahnya. [Dishahihkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 11/147. Dinisbatkan kepada AL-Bukhari dalam kitab Adabul Mufrad tetapi tidak ada].</p>
<p>Ketahuilah Bahwa Doa Istisqa&#8217; Memiliki Dua Cara</p>
<p>Pertama.<br />
Mengangkat kedua tangan dan mengarahkan kedua telapak tangan ke wajah, berdasarkan dari Umair Maula Abi Al-Lahm bahwa dia melihat Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam berdoa istisqa di Ahjari Zait dekat dengan Zaura&#8217; sambil berdiri mengangkat kedua telapak tangannya tidak melebihi di atas kepalanya dan mengarahkan kedua telapak tangan ke arah wajahnya. [Sunan Abu Daud, kitab Shalat bab Raf'ul Yadain fil Istisqa' 1/303 No. 1168. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Daud 1/226 No. 1035].</p>
<p>Kedua<br />
Mengangkat tagan tinggi-tinggi dan mengarahkan luar telapak tangan ke arah langit dan dalam telapak tangan ke arah bumi. Dari Anas bahwa beliau melihat Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam berdoa saat istisqa dengan mengangkat tangan tinggi-tinggi dan mengarahkan telapak tangan sebelah dalam ke arah bumi hingga terlihat putih ketiaknya. [Sunan Abu Daud, kitab Shalat bab Raf'ul Yadain fil Istisqa' 1/303 No. 1168. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Daud 1/226 No. 1035].</p>
<p>[Disalin dari buku Jahalatun nas fid du'a, edisi Indonesia Kesalahan Dalam Berdoa oleh Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih, hal 61-69 terbitan Darul Haq, penerjemah Zaenal Abidin Lc]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salsabilayugo.co.cc/2009/12/berdoa-dengan-mengangkat-tangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Islam Akan Kembali Menjadi Asing</title>
		<link>http://salsabilayugo.co.cc/2009/12/islam-akan-kembali-menjadi-asing/</link>
		<comments>http://salsabilayugo.co.cc/2009/12/islam-akan-kembali-menjadi-asing/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Dec 2009 11:31:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salsabilayugo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadits]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salsabilayugo.co.cc/?p=558</guid>
		<description><![CDATA[بَدَأَ الإِسْلاَمُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ
“Pada awalnya Islam itu asing dan Islam akan kembali asing sebagaimana pada awalnya. Sungguh beruntunglah orang-orang yang asing.” (HR Muslim no 389 dari Abu Hurairah)
&#8212;&#8212;-
dari muslim.or.id dengan judul asli
Bahaya Menyerupai Orang Kafir
Sesungguhnya segala puji hanyalah milik Allah. Kami memujinya. Kami memohon pertolongan kepada-Nya. Kami juga memohon ampunan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>بَدَأَ الإِسْلاَمُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ</p>
<p>“Pada awalnya Islam itu asing dan Islam akan kembali asing sebagaimana pada awalnya. Sungguh beruntunglah orang-orang yang asing.” (HR Muslim no 389 dari Abu Hurairah)</p>
<p>&#8212;&#8212;-</p>
<p>dari muslim.or.id dengan judul asli</p>
<h3><a title="Permanent Link Bahaya Menyerupai Orang Kafir" rel="bookmark" href="http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/bahaya-menyerupai-orang-kafir.html">Bahaya Menyerupai Orang Kafir</a></h3>
<div id="post-1650"><!-- img blog-->Sesungguhnya segala puji hanyalah milik Allah. Kami memujinya. Kami memohon pertolongan kepada-Nya. Kami juga memohon ampunan dan bertaubat kepadaNya. Kami berlindung kepada Allah dari kejelekan jiwa kami dan keburukan amal perbuatan kami.</p>
<p><span id="more-1650"> </span></p>
<p>Barang siapa yang diberi hidayah oleh Allah maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Demikian pula, barang siapa yang Allah sesatkan maka tiada satupun yang bisa memberi hidayah kepadanya.</p>
<p>Aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah semata tanpa ada sekutu baginya. Aku juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, manusia pilihan dan kekasih-Nya.</p>
<p>Beliau adalah manusia yang Allah beri amanah untuk mendapatkan wahyu. Dialah yang menyampaikan syariat Allah kepada seluruh manusia.</p>
<p>Semoga Allah memuji dan memberi keselamatan untuknya, keluarganya dan seluruh shahabatnya.</p>
<p>Wahai orang-orang yang beriman, wahai hamba-hamba Allah bertakwalah kalian kepada Allah. Barang siapa yang bertakwa kepada Allah maka Allah akan menjaga dan membimbingnya untuk melakukan hal yang terbaik baik dalam masalah dunia ataupun masalah agama.</p>
<p>Wahai hamba-hamba Allah, kita adalah sebuah umat yang Allah muliakan dengan Islam. Allah telah memberikan hidayah kepada kita untuk mengikuti makhluk yang terbaik, semoga Allah menyanjung dan memberi keselamatan untuknya. Allah telah memberi hidayah kepada kita untuk memeluk agama dan jalan yang lurus. Sebuah jalan yang akan mengantarkan pelakunya menuju surga yang penuh dengan kenikmatan.</p>
<p>Wahai hamba-hamba Allah, pada mulanya agama Islam itu asing di tengah-tengah banyak orang. Dahulu manusia berada dalam lautan kebodohan dan kesesatan. Mereka tidak bisa membedakan antara kebaikan dan kemungkaran, kebenaran dan kebatilan serta antara petunjuk dengan kesesatan. Setelah itu, Allah memberi anugrah kepada manusia dengan diutusnya Muhammad -<em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>-sebagai pemberi kabar gembira bagi orang-orang yang beriman dan pemberi kabar ancaman bagi orang-orang kafir serta pemberi petunjuk menuju jalan Allah yang lurus. Dengan dirinya Allah bukakan mata hati orang-orang yang buta. Dengan dirinya, Allah selamatkan manusia dari kebodohan. Dengan diangkatnya dirinya sebagai nabi dan rasul, Allah terangi jalanNya yang lurus sehingga nampak jelas bagi semua orang.</p>
<p>Tidak ada satupun kebaikan kecuali telah beliau tunjukkan kepada umatnya. Demikian pula, seluruh keburukan telah beliau ingatkan agar tidak dikerjakan oleh umatnya.</p>
<p>Dalam hadits yang shahih, beliau bersabda,</p>
<p>بَدَأَ الإِسْلاَمُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ</p>
<p><em>“Pada awalnya Islam itu asing dan Islam akan kembali asing sebagaimana pada awalnya.</em><em> Sungguh beruntunglah orang-orang yang asing.”</em> (HR Muslim no 389 dari Abu Hurairah)</p>
<p>Artinya banyak orang yang mengingkari kebenaran ajaran Islam. Manusia tidak mengenalinya karena hati mereka penuh dengan kesesatan dan waktu mereka itu penuh dengan kebodohan. Mereka tidak mengetahui agama yang benar. Mereka tidak bisa membedakan antara kebenaran dengan kebatilan, antara petunjuk dengan kesesatan.</p>
<p>Setelah itu, dalam hadits di atas Nabi menceritakan bahwa Islam akan kembali asing sebagaimana pada awalnya.</p>
<p>Wahai hamba-hamba Allah, hal ini terjadi ketika ajaran Islam mulai lenyap dikarenakan banyak orang itu tidak lagi mengenal Islam.</p>
<p>Hal ini menunjukkan bahwa hati dan jiwa itu bisa berubah. Banyak orang yang tidak mengenal ilmu agama dan memahami aturan-aturan Allah. Pada saat itu keadaan hati dan jiwa manusia telah jauh berubah disebabkan hati penuh dengan kebodohan terhadap agama dan jauh dari Allah.</p>
<p>Diriwayatkan oleh Thabrani dalam <em>al Mu’jam</em> dengan sanad yang shahih, Nabi bersabda, “Pada suatu saat nanti manusia akan mengalami suatu masa. Hati kaum muslimin pada saat itu tidak ubahnya dengan hati orang-orang yang ajam (baca: kafir)”.</p>
<p>Wahai hamba-hamba Allah yang dimaksud dengan ajam dalam hadits ini adalah musuh-musuh Islam baik Yahudi, Nasrani ataupun yang lainnya. Merekalah orang-orang yang kafir dan sesat.</p>
<p>Wahai hamba-hamba Allah, isi hati mereka hanya kesesatan dan kebatilan.<br />
Dalam hadits ini, Nabi menceritakan bahwa pada suatu saat nanti, manusia akan mengalami suatu masa. Hati kaum muslimin pada saat itu serupa dengan hati orang-orang kafir. Ini disebabkan kaum muslimin tidak lagi mengenal agamanya, kebodohan terhadap agama itu tersebar luas dan kaum muslimin cenderung untuk menyerupai dan membebek dengan orang-orang kafir dalam masalah hari-hari perayaan, adat istiadat, pakaian dan semua hal yang identik dengan orang kafir. Ini adalah keadaan yang sangat menyakitkan.</p>
<p>Wahai hamba-hamba Allah seorang muslim yang taat akan menyelamatkan dirinya dari penyakit berkiblat kepada orang kafir dalam semua hal atau ternoda dengan penyakit ini meskipun sedikit. Semoga Allah menjaga kita semua.</p>
<p>Wahai hamba-hamba Allah, dalam Shahih Bukhari dan Muslim terdapat sebuah hadits dari Abu Said al Khudri dari Nabi. Beliau bersabda,</p>
<p>لَتَتْبَعُنَّ سَنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ شِبْرًا شِبْرًا وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ ، حَتَّى لَوْ دَخَلُوا جُحْرَ ضَبٍّ تَبِعْتُمُوهُمْ</p>
<p><em>“Sungguh kalian akan mengikuti perilaku orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.</em><em> Sampai-sampai jika mereka masuk ke dalam lobang biawak gurun tentu kalian akan mengikutinya.”</em></p>
<p>Berita yang Nabi sampaikan dalam hadits ini mengandung makna peringatan agar tidak melakukan hal tersebut (baca: menyerupai perilaku orang kafir) dan larangan agar tidak terjerumus dalam kebinasaan itu yaitu mengikuti jejak orang kafir.</p>
<p>Wahai hamba-hamba Allah, menjadi kewajiban setiap muslim yang mendengar dan hafal hadits di atas untuk ekstra waspada dan hati-hati jangan sampai membebek orang kafir dan menyerupai perilaku musuh-musuh Islam.</p>
<p>Kewaspadaan ini perlu semakin ditingkatkan di zaman ini. Karena pada zaman ini adat istiadat orang kafir, ritual keagamaan dan perilaku mereka dapat diakses dengan demikian mudah. Budaya dan berbagai perilaku orang kafir yang tidak berdasar ilmu dengan demikian mudah masuk ke tengah-tengah rumah kaum muslimin melalui siaran televisi, internet dan majalah-majalah picisan.</p>
<p>Wahai hamba-hamba Allah, inilah awal dari timbulnya kerusakan pemikiran dan akal sehat, rusaknya agama dan dekadensi moral. Banyak kaum muslimin yang menyerupai berbagai perilaku orang kafir, padahal dalam hadits yang shahih Nabi bersabda,</p>
<p><em>“Barang siapa yang menyerupai sekelompok orang maka dia adalah bagian dari mereka.”</em></p>
<p>Wahai hamba-hamba Allah, inilah musibah besar yang menimpa orang yang menyerupai orang-orang kafir.</p>
<p>Siapa saja yang menyerupai orang kafir hingga akhir hidupnya maka Allah akan membangkitkannya bersama orang-orang kafir.</p>
<p>احْشُرُوا الَّذِينَ ظَلَمُوا وَأَزْوَاجَهُمْ</p>
<p>Yang artinya, <em>“(kepada Malaikat diperintahkan): Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka.”</em> (Qs. Ash Shaffat: 22)</p>
<p>Yang dimaksud dengan azwajahum dalam ayat di atas menurut penjelasan sejumlah pakar tafsir adalah orang-orang yang semisal dengan mereka.</p>
<p>Artinya setiap orang akan dibangkitkan bersama dengan orang-orang yang memiliki amal yang serupa dengan dirinya.</p>
<p>Allah juga berfirman,</p>
<p>وَإِذَا النُّفُوسُ زُوِّجَتْ</p>
<p>Yang artinya, <em>“Dan jika jiwa-jiwa dipasangkan.”</em> (Qs. at Takwir: 7)</p>
<p>Beberapa pakar tafsir menjelaskan ayat ini dengan mengatakan bahwa pada hari Kiamat manusia akan dibangkitkan bersama dengan orang-orang yang memiliki amal semisal dengannya.</p>
<p>Wahai hamba-hamba Allah, siapakah orang yang rela untuk dibangkitkan pada hari Kiamat nanti bersama dengan orang kafir yang penuh lumuran dosa atau bersama pelaku maksiat yang binasa. Dia akan dibangkitkan bersebelahan dengan orang kafir disebabkan kagum, membebek dan menyerupai orang kafir.</p>
<p>Wahai hamba-hamba Allah, musibah besar telah menimpa banyak pemuda ataupun pemudi kaum muslimin dikarenakan mereka menyerupai orang kafir dalam berpakaian. Mereka menyerupai semua mode pakaian yang berasal dari orang kafir. Jika ada mode baru yang muncul mereka langsung memakainya. Bahkan menurut sebagian kalangan mengikuti perkembangan mode pakaian orang kafir dan tradisi mereka adalah sebuah kebutuhan hidup yang sangat vital dan suatu hal yang tidak bisa lepas dari bagian hidup seseorang. Oleh karena itu mereka mengikuti perkembangan mode dengan sangat detail.</p>
<p>Wahai hamba-hamba Allah, demi Allah adalah sebuah musibah besar ketika kita saksikan ada sebagian generasi muda Islam yang menjadikan bagian depan atau bagian belakang badan sebagai sarana mempromosikan orang kafir atau ahli maksiat dengan mengenakan pakaian yang bergambar orang kafir. Pakaian sebagian pemuda Islam menjadi wahana promosi orang-orang kafir dan para ahli maksiat.</p>
<p>Bagian depan atau punggung sebagian pemuda berisikan gambar orang kafir atau tertuliskan padanya nama orang kafir dan keterangan tentang siapakah jati dirinya. Bahkan sebagian orang tidak mau peduli meski ada salib di pakaiannya. Dia beli pakaian yang ada gambar salib yang merupakan ciri khas orang Nasrani.</p>
<p>Di mana akal kita? Di mana kecemburuan kita dengan agama? Di mana kejantanan kita? Di mana prinsip kita untuk mengikuti agama? Di mana kewaspadaan kita terhadap orang-orang kafir?</p>
<p>Wahai hamba-hamba Allah, di sini nampaklah dengan jelas betapa besar tanggung jawab para pedagang dan penjual pakaian. Hendaknya mereka bertakwa kepada Allah dengan melindungi pemuda kaum muslimin dan para muslimah.</p>
<p>Sampai-sampai saat ini seorang ayah yang perhatian dengan agama anaknya atau seorang menginginkan kebaikan untuk istri dan anak perempuannya menjumpai kesulitan untuk mendapatkan pakaian yang mencerminkan rasa malu. Dia tidak akan mendapatkan jenis pakaian yang dia cari kecuali dengan susah payah karena sangat langka di pasaran. Ini dikarenakan orang demikian terpesona dengan pakaian yang tidak mencerminkan rasa malu dan manusia demikian semangat untuk menyerupai orang kafir.</p>
<p>Kewajiban kita bersama, wahai hamba-hamba Allah, untuk merasa mulia dengan agama yang telah kita anut, berpegang teguh dengan etika Islam serta melestarikan kejantanan dan ciri khas kita, kaum muslimin. Kita berkewajiban untuk menjauhi berbagai sumber bencana dan hobi menyerupai orang kafir yang hanya mengantarkan kita kepada kebinasaan di dunia dan di akherat.</p>
<p>Ya Allah, kami berdoa kepada-Mu dengan menggunakan nama-nama-Mu yang sangat indah dan sifat-sifat-Mu yang luhur agar Kau bangunkan hati kami dari tidur panjangnya dan Kau hidupkan kembali jiwa-jiwa kami, wahai dzat yang memiliki keagungan dan kemulian.Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami jalan-Mu yang lurus dan selamatkanlah kami semua beserta anak dan istri kami dari penyakit menyerupai musuh-musuh Allah wahai dzat yang memiliki keagungan dan kemulian. Sesungguhnya Engkau adalah dzat yang mendengar doa dan tempat menggantungkan harapan. Cukuplah Engkau bagi kami dan Engkau adalah sebaik-baik pelindung.</p>
<p><strong>Khutbah Kedua</strong></p>
<p>Segala puji itu milik Allah. Dialah dzat yang memiliki kebaikan yang sangat besar dan anugrah serta kedermawanan yang sangat luas.</p>
<p>Aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah semata, tanpa ada sekutu baginya.</p>
<p>Aku juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Semoga Allah menyanjung dan memberi keselamatan untuknya, keluarganya dan semua shahabatnya.</p>
<p>Wahai hamba-hamba Allah, sesungguhnya hati itu jika sudah kehilangan cahaya karena menjauhi sumber cahaya untuk hati yaitu al Qur’an dan sunnah Nabi -<em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>- maka hati tersebut akan benar-benar gelap. Sehingga hati tidak lagi bisa melihat kebenaran dan petunjuk. Bahkan kebenaran dan petunjuk terlepas dari hati sedikit demi sedikit.</p>
<p>Oleh karena itu seorang muslim yang baik perlu meminta kepada Allah agar Allah menyelamatkan hatinya dari berbagai godaan dan melindungi hatinya dari berbagai sumber kebinasaan.</p>
<p>Terdapat dalam hadits yang shahih dalam sebuah doa agung yang Nabi ajarkan setiap muslim untuk berdoa dengannya. Doa tersebut adalah, <em>“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kemungkaran akhlak, hawa nafsu dan penyakit.”</em></p>
<p>Doa ini menyebutkan beragam jenis kemungkaran yaitu kemungkaran akhlak, kemungkaran hawa nafsu dan kemungkaran penyakit. Berbagai kemungkaran ini jika menodai dan melumuri hati dan jiwa akan menyebabkan hati menjadi buta sehingga tidak bisa melihat berbagai hal sebagaimana senyatanya sehingga hati terjerumus dalam berbagai kegelapan kesesatan.</p>
<p>Sehingga menjadi kewajiban kita bersama untuk mengendalikan jiwa kita dengan penuh kesungguhan dan keseriusan untuk mengikuti sunnah Nabi -<em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>- dan menjauhi berbagai hal yang tidak akan mengantarkan pelakunya kecuali ke dalam kebinasaan di dunia dan akherat.</p>
<p>Wahai hamba-hamba Allah, orang yang benar-benar cerdas adalah orang yang menundukkan hawa nafsunya lalu mempersiapkan amal untuk paska kematian. Sedangkan orang yang benar-benar tidak berdaya adalah orang yang memperturutkan keinginan hawa nafsunya namun dia menggantungkan berbagai angan kosong kepada Allah.</p>
<p>Ketahuilah bahwa perkataan yang paling benar adalah firman Allah sedangkan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad -<em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>-. Sejelek-jelek perkara dalam agama adalah perkara yang baru. Perkara baru dalam agama itulah yang disebut bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan.<br />
Hendaklah kalian bershalawat untuk Muhammad bin Abdillah sebagaimana perintah yang Allah berikan kepada kalian dalam firman-Nya,</p>
<p><strong> </strong>إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا</p>
<p>Yang artinya, <em>“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi.</em><em> Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”</em> (Qs. al Ahzab: 56)</p>
<p>Nabi bersabda, “Barang siapa yang bershalawat untukku sekali maka Allah akan bershalawat untuknya sebanyak sepuluh kali.”</p>
<p>Ya Allah, berikanlah shalawatMu untuk Muhammad dan untuk keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberi shalawat untuk Ibrahim dan untuk keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau itu maha terpuji dan maha agung. Berilah berkah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberi berkah untuk Ibrahim dan untuk keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau itu maha terpuji dan maha agung.</p>
<p>Ya Allah berikan ridho-Mu untuk empat khulafaur rasyidin yang mendapatkan hidayah yaitu Abu Bakr, Umar, Utsman dan Ali. Demikian pula ya Allah berikanlah ridho-Mu untuk semua shahabat dan tabiin serta semua orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari Kiamat nanti. Demikian juga berikanlah ridho-Mu untuk kami dengan anugrah, kemurahan dan kebaikan-Mu, wahai zat yang maha pemurah.</p>
<p>Ya Allah muliakanlah Islam dan kaum muslimin dan hinakanlah kemusyrikan dan orang-orang musyrik serta hancurkanlah semua musuh-musuh agama.</p>
<p>Ya Allah bimbinglah penguasa kami untuk meniti hidayah-Mu dan jadikanlah amalnya adalah amal yang kau ridhoi.</p>
<p>Ya Allah bimbinglah semua penguasa kaum muslimin agar mau mengamalkan kitabMu dan mengikuti sunnah nabi-Mu -<em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>-.</p>
<p>Ya Allah, berikanlah kepada jiwa kami ketakwaan. Sucikanlah jiwa kami. Engkau adalah sebaik-baik yang mensucikan jiwa karena Engkau adalah zat yang mengatur jiwa manusia.</p>
<p>Ya Allah, bantulah kami dan jangan kau bantu orang yang akan menyusahkan kami. Berilah kemenangan kepada kami dan jangan kau menangkan musuh-musuh kami. Buatlah maker untuk menolong kami dan janganlah Engkau membuat makar untuk mencelakakan kami.</p>
<p>Berilah petunjuk kepada kami dan mudahkanlah hidayah untuk kami. Tolonglah kami untuk menghadapi orang-orang yang menzalimi kami.</p>
<p>Ya Allah jadikanlah kami orang yang bersyukur dan gemar mengingat-Mu, orang yang gemar bertaubat, taat dan khusyu kepada-Mu.</p>
<p>Ya Allah, terimalah taubat kami, cucilah dosa-dosa kami, berilah petunjuk untuk hati kami, jagalah lisan kami dan hilangkanlah dendam dan dengki dari hati kami.<br />
Ya Allah, perbaikilah agama kami yang merupakan pegangan hidup kami. Perbaikilah dunia kami karena di sanalah kami hidup. Perbaikilah akherat kami karena ke sanalah kami akan kembali. Jadikanlah hidup kami di dunia ini sebagai tambahan kebaikan untuk kami dan jadikanlah kematian sebagai sarana istirahat kami dari berbagai keburukan.</p>
<p>Ya Allah ampunilah dosa kami, dosa orang tua kami dan dosa seluruh kaum muslimin baik laki-laki maupun perempuan dan seluruh orang yang beriman baik laki-laki maupun perempuan, baik yang masih hidup ataupun yang sudah meninggal dunia.</p>
<p>Ya Allah, ampunilah seluruh dosa kami baik yang kecil apalagi yang besar, yang dahulu ataupun belakangan, yang dilakukan dengan sembunyi-sembunyi ataupun terang-terangan.</p>
<p>Ya Allah, ampunilah perbuatan yang telah kami lakukan ataupun yang belum kami lakukan, yang kami lakukan sembunyi-sembunyi ataupun terang-terangan dan segala dosa yang Engkau ketahui dan tidak kami ketahui. Engkaulah yang memajukan dan Engkaulah yang mengundurkan. Tiada sesembahan yang berhak disembah melainkan diri-Mu.</p>
<p>Ya Allah sesungguhnya kami memohon ampun kepadaMu. Sungguh Engkau adalah maha pengampun. Oleh karena itu turunkanlah hujan yang deras kepada kami.</p>
<p>Ya Allah turunkan hujan untuk kami, turunkan hujan untuk kami, turunkan hujan untuk kami.</p>
<p>Ya Allah, kami berdoa kepadaMu dengan seluruh nama-Mu yang terindah dan sifat-Mu yang luhur serta dengan ucapan kami bahwa Engkau adalah Allah yang tidak ada yang berhak disembah melainkan diri-Mu.</p>
<p>Wahai dzat yang mengabulkan doa dan menghilangkan musibah orang yang kesusahan asalkan dia mau berdoa.</p>
<p>Wahai zat yang hidup dan mengurusi seluruh makhluk, wahai zat yang memiliki keagungan dan kemuliaan. Ya Allah turunkanlah hujan kepada kami dan jangan kau jadikan kami orang-orang yang berputus asa.</p>
<p>Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami dan janganlah kau jadikan kami orang yang putus harapan.</p>
<p>Ya turunkanlah hujan yang manfaat dan penuh kebaikan kepada kami. Janganlah Kau turunkan hujan yang membahayakan kami baik di masa sekarang ataupun di masa yang akan datang.</p>
<p>Ya Allah suburkan hati kami dengan iman dan suburkanlah negeri kami dengan hujan<br />
Ya Allah, hujan yang kami minta adalah hujan pertanda kasih sayang-Mu, bukan hujan yang menjadi sebab kehancuran, azab dan banjir.</p>
<p>Ya Allah turunkanlah hujan untuk kami, turunkanlah hujan untuk kami, turunkanlah hujan untuk kami.<br />
Ya Allah telah kami tengadahkan tangan-tangan kami dan telah kami panjatkan doa-doa kami. Engkau adalah zat yang tidak menolak doa hamba-Mu dan tidak akan membuat kecewa seorang mukmin yang berdoa.</p>
<p>Ya Allah, kabulkanlah apa yang kami mohonkan. Jangan Kau tolak permohonan kami. Ya Allah tambahkanlah nikmat kepada kami, jangan kau kurangi. Utamakanlah kami dan jangan Engkau lebih mengutamakan orang lain dari pada kami.</p>
<p>Ya Allah, kasih sayang-Mu yang kami harapkan. Jangan Kau pasrahkan diri kami kepada kami sendiri meski hanya sekejap mata.</p>
<p>Tiada sesembahan yang berhak disembah melainkan Engkau.<br />
Seruan kami yang terakhir adalah ucapan <em>alhamdu lillahi rabbil ‘alamin</em>.<br />
Moga Allah memuji, memberi keselamatan, keberkahan dan nikmat untuk hamba Allah dan utusan-Nya yaitu nabi kita Muhammad, keluarga dan seluruh shahabatnya.</p>
<p>Khutbah Jumat pada tanggal 21 Syawal 1428 H</p>
<p><span style="color: #008000;">Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad</span></p>
<p><span style="color: #008000;">Penerjemah: Ustadz Aris Munandar</span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salsabilayugo.co.cc/2009/12/islam-akan-kembali-menjadi-asing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SOURCE CODE FOR HIDING DOMAIN</title>
		<link>http://salsabilayugo.co.cc/2009/12/source-code-for-hiding-domain/</link>
		<comments>http://salsabilayugo.co.cc/2009/12/source-code-for-hiding-domain/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 01:55:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salsabilayugo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Programming]]></category>
		<category><![CDATA[script co.cc]]></category>
		<category><![CDATA[script co.nr]]></category>
		<category><![CDATA[script hidden domain]]></category>
		<category><![CDATA[tips dan trik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salsabilayugo.co.cc/?p=546</guid>
		<description><![CDATA[These are the source code that i have found for hiding the real domain . It is usefull for hidden your blog name like xxx.wordpress.com become yourname.com. It is just one of trick .  Thus tips can be used if you have your own domain like &#8216;yourname.com&#8217;.
Berikut ini merupakan  script yang bisa digunakan untuk menyembunyikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>These are the source code that i have found for <strong>hiding the real domain</strong> . It is usefull for hidden your blog name like xxx.wordpress.com become yourname.com. It is just one of trick .  Thus tips can be used if you have your own domain like &#8216;yourname.com&#8217;.</p>
<p>Berikut ini merupakan  script yang bisa digunakan untuk <strong>menyembunyikan domain aslinya</strong>..script ini juga mungkin yang digunakan oleh penyedia <strong>domain gratis</strong> co.nr atau co.cc.. berikut ini sourcecodenya :</p>
<blockquote>
<pre id="line1">&lt;frameset border="0&amp;#8243; frameborder="0&amp;#8243; marginleft="0&amp;#8243;
margintop="0&amp;#8243;marginright="0&amp;#8243; marginbottom="0&amp;#8243;
 rows="100%,*"&gt;
&lt;frame src="<a href="view-source:http://www.clixsense.com/?2886706">http://www.clixsense.com/?2886706</a>" scrolling="auto"
 frameborder="no" border="0&amp;#8243; noresize&gt;
&lt;/frameset&gt;</pre>
</blockquote>
<p>Ganti</p>
<blockquote>
<pre id="line1"><span style="color: #ff0000;">src</span><span style="color: #ff0000;">="<a href="view-source:http://www.clixsense.com/?2886706">http://www.clixsense.com/?2886706</a></span><span style="color: #ff0000;">"</span></pre>
</blockquote>
<p>dengan halaman atau url yang anda inginkan</p>
<p>Moga bermanfaat <img src='http://salsabilayugo.co.cc/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> &#8230;langsung praktekkan ya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salsabilayugo.co.cc/2009/12/source-code-for-hiding-domain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SAHABAT BIARKAN AKU MENGAJARKANMU BAGAIMANA MENCINTAInya KARENA ALLAH.</title>
		<link>http://salsabilayugo.co.cc/2009/10/sahabat-biarkan-aku-mengajarkanmu-bagaimana-mencintainya-karena-allah/</link>
		<comments>http://salsabilayugo.co.cc/2009/10/sahabat-biarkan-aku-mengajarkanmu-bagaimana-mencintainya-karena-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 01:17:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salsabilayugo</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatanku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salsabilayugo.co.cc/?p=474</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahirrahmaanirrahiiim.
Allah Subhaanahu Wata’ala berfirman (yang artinya), &#8220;Katakanlah, jika kamu (benar-benar) mencintai Allah ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu! Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang&#8221; (Ali Imran:31)


Jangan kau katakan &#8220;aku mencintaimu karena Allah&#8221; sementara :

dirimu      tak tahu maksud kalimat tersebut
dirimu      tak mengenal siapakah Allah

 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillahirrahmaanirrahiiim.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #008000;"><strong>Allah Subhaanahu Wata’ala berfirman (yang artinya), &#8220;Katakanlah, jika kamu (benar-benar) mencintai Allah ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu! Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang&#8221; (Ali Imran:31)</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #008000;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p>Jangan kau katakan &#8220;aku mencintaimu karena Allah&#8221; sementara :</p>
<ul>
<li>dirimu      tak tahu maksud kalimat tersebut</li>
<li>dirimu      tak mengenal siapakah Allah</li>
</ul>
<p><em> sudahkah kau mengenal asma-asma Nya dan memahami maknanya?</em></p>
<p><em> sudahkah hatimu tergetar saat mendengar asmaNya</em></p>
<p><em> (getaran yang paling nyata adalah, saat adzanNya menyapamu,</em></p>
<p><em> kau bergegas menuju rumahNya dan meninggalkan selain Nya, tuk</em></p>
<p><em> menumpahkan rasa cintamu pada</em>Nya).</p>
<ul>
<li>-dirimu      tak mengenal apa makna mencintai dan bagaimana mencintai</li>
</ul>
<p><em> mencintai itu bukan kata benda namun kata kerja</em></p>
<p><em> yang harus dibuktikan dengan lisan dan perbuatan</em></p>
<p>Setiap orang melakukan segala sesuatu didasari niat dan latar belakang jika latar belakangmu karena Allah, ikuti apa yang Dia ridho engkau melakukannya.</p>
<p><strong>Tahukah dirimu bagaimana kau mendapatkan keridhoannya?</strong></p>
<p>Ridho lah terhadap apa yang dia berikan kepadamu dan syukurilah</p>
<p><em>syukur itu bukan sekedar mengucapkan Alhamdulillah, namun berbuatlah kebaikan dengan apa yang diberikanNya</em> <em> kepadamu, sehingga bermanfaat bagimu dan orang lain.</em></p>
<p><strong>Tahukah kamu apa yang telah diberikanNya kepadamu agar kamu tidak tersesat dalam mencintaiNya?</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><em>1.Al-Quran</em></p>
<p><em>2.As-Sunnah</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Namun hati-hati, banyak orang yang mengaku mencintai seseorang namun cintanya tertolak.<strong>Tahukah kamu mengapa?</strong></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>karena dia tahu apa yang disukai kekasihnya, namun memberikan apa yang disukai tersebut dengan cara yang salah dan menyakiti</em></p>
<p><strong>seperti halnya dirimu tahu bahwasanya kekasihmu mencintai sekuntum bunga mawar namun kau berikan dengan melemparkan mawar</strong></p>
<p><strong>itu ke wajahnya.</strong></p>
<p align="center"><strong><em>memang benar kau memberikan apa yang dia sukai namun kau benar-benar menyakiti hatinya.</em></strong></p>
<p>Boleh jadi kau berkata &#8220;aku mencintai Allah , berpegang pada Quran dan Sunnah&#8221; namun caramu salah memegangnya dan mengaplikasikannya.</p>
<p><strong>Tahukah kamu bagaimana memegang Al-quran dan sunnah yang benar, dimana setiap iman islam seseorang tak akan menolaknya?</strong></p>
<p><em>peganglah Al-quran dan Assunnah dengan cara kekasih Allah memegangnya. Tahukah kamu kekasih Allah yang tidak diragukan lagi cintanya? yang bukan hanya dia yang mengaku mencintaiNya namun Dia (Allah) juga menyatakan bahwa Dia mencintainya dan diterima cintanya.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Subhanallah..dialah Rasulullah, Muhammad bin abdullah .</em></p>
<p>Peganglah dan jalankan apa yang diperintahkanNya dalam Al-Quran dan Assunnah dengan caranya orang-orang yang diridhoiNya dan merekapun ridho kepadaNya. Mereka adalah <strong>Rasulullah saw dan para sahabatnya</strong>.</p>
<p>Bukan dengan caramu sendiri yang kau tafsirkan sesuka hatimu dan sesuka nafsumu. dan</p>
<p>Bukan pula dengan cara musuh-musuhNya (kaum kafir dan munafiq)</p>
<p align="center"><em>“jika ingin mencintai kekasihmu, gunakan ilmu yang telah diberikan olehNya.</em></p>
<p align="center"><em>perbanyaklah menuntut ilmu agama, agar kau tak tersesat dalam mencintainya.”</em></p>
<p>Jangan kau katakan &#8220;aku mencintaimu karena Allah&#8221; ,namun dirimu ibarat seorang pemabuk yang tidak mengerti apa yang kau ucapkan.</p>
<p>Sadarlah dari mabukmu wahai sahabatku.</p>
<p align="right">Bandung 27 Oktober 2009</p>
<p align="right">
<p align="right">
<p align="right">Heru Yugo Prasetyo</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salsabilayugo.co.cc/2009/10/sahabat-biarkan-aku-mengajarkanmu-bagaimana-mencintainya-karena-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PANDUAN MEMBUAT WEBSITE / BLOG CO.CC GRATIS</title>
		<link>http://salsabilayugo.co.cc/2009/10/panduan-membuat-blog-gratis-co-cc/</link>
		<comments>http://salsabilayugo.co.cc/2009/10/panduan-membuat-blog-gratis-co-cc/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 13:58:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>salsabilayugo</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatanku]]></category>
		<category><![CDATA[blog gratis]]></category>
		<category><![CDATA[co.cc]]></category>
		<category><![CDATA[panduan gratis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://salsabilayugo.co.cc/?p=467</guid>
		<description><![CDATA[pada postingan kali ini saya akan mengarahkan anda untuk mendapat panduan membuat blog gratis menggunakan co.cc.
silakan daftarkan domain gratisnya


masukkan nama domain yang anda inginkan pada  form diatas.
misal  &#8221;belajar03web&#8221; kemudian teka tombol cek availability



Jika beruntung anda akan mendapatkan domain gratis dengan harga $0
kemudian klik tombol continue to registrasi
langkah selanjutnya adalah membuat account baru untuk anda
silakan klik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>pada postingan kali ini saya akan mengarahkan anda untuk mendapat <a href="http://salsabilayugo.co.cc/2009/10/panduan-membuat-blog-gratis-co-cc/">panduan membuat blog gratis</a> menggunakan co.cc.</p>
<p>silakan daftarkan domain gratisnya</p>
<p><center><iframe src=http://www.co.cc/outside_search/os.php?id=144085 width=600 height=40 noresize scrolling=no frameborder=0 framespacing=0></iframe></center></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">masukkan nama domain yang anda inginkan pada  form diatas.</p>
<p style="text-align: center;">misal  &#8221;<strong>belajar</strong>03<strong>web</strong>&#8221; kemudian teka tombol cek availability</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><a href="http://salsabilayugo.co.cc/wp-content/uploads/2009/10/shoot_03.jpg"><img class="size-full wp-image-582 aligncenter" title="shoot_03" src="http://salsabilayugo.co.cc/wp-content/uploads/2009/10/shoot_03.jpg" alt="shoot_03" width="376" height="148" /></a></p>
<ul>
<li>Jika beruntung anda akan mendapatkan <strong>domain gratis</strong> dengan harga <strong>$0</strong></li>
<li>kemudian klik tombol continue to registrasi</li>
<li>langkah selanjutnya adalah <strong>membuat account baru</strong> untuk anda</li>
<li>silakan klik tombol seperti ilustrasi gambar dibawah</li>
</ul>
<p style="text-align: center;"><a href="http://salsabilayugo.co.cc/wp-content/uploads/2009/10/shoot_04.jpg"><img class="size-full wp-image-583 aligncenter" title="shoot_04" src="http://salsabilayugo.co.cc/wp-content/uploads/2009/10/shoot_04.jpg" alt="shoot_04" width="503" height="274" /></a><a href="http://salsabilayugo.co.cc/wp-content/uploads/2009/10/shoot_05.jpg"><img class="size-full wp-image-584   aligncenter" title="shoot_05" src="http://salsabilayugo.co.cc/wp-content/uploads/2009/10/shoot_05.jpg" alt="shoot_05" width="530" height="187" /></a></p>
<ul>
<li>Isi dengan identitas anda sebenar-benarnya</li>
<li>Jangan lupa untuk <strong>mengklik setup account</strong> setelah anda melakukan pendaftaran, biasanya para pendaftar lupa. Setelah setup account lakukan pengaturan domain . Ada beberapa pilihan  yaitu update nameserver, url forwarding dan update zone record</li>
<li> kita pilih url forwarding<a href="http://salsabilayugo.co.cc/wp-content/uploads/2009/10/shoot_06.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-585" title="shoot_06" src="http://salsabilayugo.co.cc/wp-content/uploads/2009/10/shoot_06.jpg" alt="shoot_06" width="461" height="167" /></a></li>
</ul>
<ul>
<li> kemudian arahkan url co.cc kita ke alamat blog kita misal ke alamat wordpress kita. Contoh  : <a href="http://salsabilayugo.wordpress.com">http://salsabilayugo.wordpress.com</a></li>
</ul>
<p><a href="http://salsabilayugo.co.cc/wp-content/uploads/2009/10/shoot_07.jpg"></a></p>
<p><a href="http://salsabilayugo.co.cc/wp-content/uploads/2009/10/shoot_07.jpg"></a></p>
<p><a href="http://salsabilayugo.co.cc/wp-content/uploads/2009/10/shoot_07.jpg"> </a></p>
<p><a href="http://salsabilayugo.co.cc/wp-content/uploads/2009/10/shoot_07.jpg"></p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-586" title="shoot_07" src="http://salsabilayugo.co.cc/wp-content/uploads/2009/10/shoot_07.jpg" alt="shoot_07" width="549" height="158" /></p>
<p></a></p>
<ul>
<li>kemudian klik setup.</li>
<li>Selesai <img src='http://salsabilayugo.co.cc/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </li>
<li>Sekarang buka alamat co.cc yang anda buat. otomatis dia akan diarahkan kepada weblog wordpress anda.</li>
<li>Metode ini dinamakan metode redirect alamat co.cc ke alamat blog yang panjang.</li>
</ul>
<p>Ada beberapa metode lainnya yaitu <strong>update name server</strong>. namun belum saya publish jadi tunggu saja <img src='http://salsabilayugo.co.cc/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> <a href="http://buatsitus.co.cc"></a>.</p>
<p>untuk membuat blog wordpress silakan daftar <a href="http://wordpress.com">disini</a></p>
<ul>
<li>lakukan signup</li>
<li><a href="http://salsabilayugo.co.cc/wp-content/uploads/2009/10/shoot_08.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-588" title="shoot_08" src="http://salsabilayugo.co.cc/wp-content/uploads/2009/10/shoot_08.jpg" alt="shoot_08" width="461" height="185" /></a></li>
<li>lakukan proses registrasi yang insyaallah mudah untuk anda lakukan.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://salsabilayugo.co.cc/2009/10/panduan-membuat-blog-gratis-co-cc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
